Menjadi pembicara? Ah yang bener aja?
Begitulah pertanyaan yg muncul dibenakku ketika mendapat tawaran dari teman-teman Kubugil untuk mengisi acara Temu Bloger Buku Indonesia yang digagas oleh Gus Pengasap (Muhidin M Dahlan). Langsung saja aku menolaknya, tapi ketika dijelaskan kalau format acaranya adalah Talk Show, ya aku nekad saja menyanggupinya, apalagi yang menjadi moderatornya adalah Lao En (Endah Sulwesi) yang jelas-jelas sudah kukenal selama ini.
Setelah dengan cepat mempersiapkan segala sesuatunya, akhirnya hari H itupun tiba. Tgl 17 Mei 2008, aku berangkat dari Kopo-Bandung pukul 07.00 wib dengan travel Cipaganti. Setelah registrasi ulang di pool BTC pasteur akhirnya hanya dengan penumpang 3 orang termasuk aku, meluncurlah mobil Pregio yang kutumpangi ke Jakarta dengan tujuan ITC Cempaka Mas.
Untuk mengusir rasa jenuh di jalan lurus yang tak berujung, aku membaca buku “Menyusuri Lorongh-Lorong Dunia 2 – Sigit Susanto. Menarik karena kisah perjalanan Kang Sigit ditulis dengan kalimat-kalimat yang enak dibaca hingga cocok sekali sebagai teman perjalanan dalam travel menuju Jakarta.
Pukul 10.00 an akupun tiba di ITC Cempaka Mas, sempat tergoda untuk naik taksi atau ojek untuk menuju lokasi acara, namun aku pikir aku harus punya pengalaman baru, jadi kuputuskan untuk naik busway saja seperti yang diusulkan oleh Papah Q. Setelah mendaki jembatan penyebrangan di depan ITC Cempaka Mas akupun masuk ke halte Cempaka. Agak kikuk juga karena ini pengalaman pertamaku naik busway.
Bermodal peta jalur bussway yang diberikan papah Q kepadaku, akupun berdiri menggelantung sepanjang jalan sambil memperhatikan teriakan kenek busway setiap akan ebrhenti di sebuah halte. Sengaja aku berdiri dekat kenek-nya biar bisa mendengar dengan jelas teriakannya dan tahu kapan aku harus turun.
Akhirnya sampai juga di Halte Juanda, berkat petunjuk yang diberikan papah Q padaku tak terlalu sulit mencari jalan Veteran. Akupun berjalan sepanjang jalan Veteran, melewati Hotel Sriwijaya, Rumah Makan Babah, Es krim Ragusa, Gudeg Bu Tjitro dan akhirnya café Matahari Domus tempat acara berlangsung.
Wajah pertama yang kulihat adalah wajah papah Q yang berdiri di mulut café, ternyata didalamnya para kubugilers sedang mejeng menunggu para peserta untuk melakukan registrasi. Kontan saja aku disambut dengan teriakan dan riuhan, belum lagi berbagai fotografer amatir dan profesional secara spontan memfoto diriku bak artis film terkenal….hehehe
Segera saja aku bertemu dengan para kubugilers yang selama ini hanya kukenal lewat nyanyahannya di klinik, ada ferina, sitorus, iqbal, miss g, ida, dll. Senang sekali bisa melihat wajah dan perilaku mereka di dunia nyata, dan ternyata semua lucu-lucu dan menggemaskan…:D
Singkat cerita akhirnya dimulailah acara intinya. Tentu saja aku nervous bukan kepalang, Walau sebelumnya aku pernah naik panggung di acara sebuah launching buku dimana aku juga menjadi salah satu narasmuber, tetap saja nervous itu menguasai diriku.
Bayangkan aku duduk disofa dengan dipandang ratusan mata…wah..sofa itu serasa panas dan tak betah aku duduki. Belum lagi aku mendapat giliran pertama menjawab pertanyaan dari moderator Lao En….
Untunglah semua itu akhirnya bisa kulewati, dengan agak tergagap aku menjawab semua pertanyaan yang diberikan moderator padaku. Beberapa kawan melihat aku nervous dengan menggosok-gosokkan tanganku ke paha…hahahaha…itulah kebiasaan burukku yang sulit aku lepaskan ketika aku nervous..:D
Di tengah diskusi sempat kulihat raut wajah2 bosan dari para peserta, untunglah sesi Taufik Rahzen memunculkan hal-hal menarik dari yang dia ceritakan, Hetih dari GPU juga tampak lancar menjawab setiap pertanyaan, mungkin di panggung itu hanya aku yang paling terlihat grogi…hehehe. Untuk mengusir kejenuhan acara, MC yang dibawakan oleh miss G dengan piawai menghidupkan suasana lewat acara2 selingan berupa quiz, dll.
Sekitar satu jam setengah lebih aku duduk di panggung dengan disorot sinar lampu, menegangkan dan melelahkan juga. Untunglah para peserta tampak antusias mengikuti hingga akhir, lambat laun hilang sudah lelah dan tegangku hingga akhirnya lenyap ketika akhirnya acara ditutup oleh sang moderator yang trampil bertanya ini itu ke tiap pembicara. Setelah sesi pembagian kenang-kenangan dan foto2 dengan para pembicara dan moderator akhirnya akupun turun dari pangung.
Keinginan untuk segera menyantap kudapan yang tersedia di meja pembicara tak kesampaian karena beberapa orang langsung menghampiriku. Ada dua orang jurnalis dari Bussines Week dan Raiders Digest Indonesia (RDI) mewawancaraiku secara singkat. RDI meminta kesediaanku untuk menjadi pembicara seputar buku bulan juni nanti…gubrakkkkk!!!!!!! Dengan diplomatis akupun menyatakan “Saya lihat jadwal saya dulu ya..” sembari mnyodorkan kartu namaku padanya :D
Ketika sesi wawancara dengan beberapa wartawan selesai aku langsung teringat dengan kudapan yang belum kusentuh di meja pembicara, begitu aku akan menyambarnya….”Ya ampunnnnn…..kudapanku sudah diserbu oleh beberapa peserta, aku tak ingat siapa yang menyambarnya..salah satu yang kuingat mungkin Irfan si fotografer itu…..(maaf kalau aku keliru ya Fan…hahahahaha).
Dengan perut lapar, aku segera meninggalkan panggung utama, baru saja melangkah beberapa langkah beberapa orang memintaku untuk berfoto bersama…wah..wah…koq kayaq artis saja ya….hihihihihi.
Setelah itu secara bergantian aku menemui beberapa teman yang selama ini hanya berinteraksi denganku di cyber, antara lain aku bertemu dengan Max yang datang jauh-jauh dari padang untuk acara ini (harusnya dapat buntelan istimewa nih), lalu ada Yayat R Cipasang yang tulisan2 tentang sastranya selalu kubaca di koran2 nasional, ada Nur Mursidi si resensor rajin yang resensinya sering muncul di media-media cetak, ada Tyas Legawa dari inibuku.com, ada Darwin Tjoe si pemiliki bookepedia.com, dll
Dan yang paling mennyenangkan adalah pertemuan dengan para sahabat kubugil yang heboh-heboh seperti ibutio, enny, echy, indah juli, dll (maaf yang namanya tidak kusebutkan) pokoknya seru banget bertemu dengan para sahabat2 kubugil ini.
Hari semakin siang, perut semakin lapar, untunglah Gus Pengasap segera mengajak kami untuk makan siang di gudeg bu tjitro, kamipun makan dalam suasana yang riuh dan riang gembira. Setelah makan kami kembali ke lokasi acara, foto-foto, ngobrol-ngobrol sambil menyantap cup cakes dan brownies kukus kiriman ibutio dan diakhiri dengan menyantap es krim Ragusa yang legendaris itu.
Setelah perut kenyang dan puas berhaha-hihi dengan para kubugil and friends, akupun memutuskan untuk pulang pada pukul 17.00 wib karena travel menuju Bandung brangkat pada pukul 17.30. Akhirnya dengan dibekali berbagai buntelan dan gudeg kendil bu tjitro pemberian gus pengasap akupun melenggang pulang….
Dalam travel menuju bandung hatiku lega karena menurutku acara yang diselenggarakan oleh kubugil dan panitia festival Mei ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Tentunya banyak kekurangannya, tapi dari kekurangan itulah kami dapat belajar agar di even2 yang deselenggarakan kubugil selanjutnya kami bisa lebih baik lagi…
Demikian sekedar berbagi kisah…..
Sumber foto : http://sijore.multiply.com/photos/album/60/KuBuGil_Takshow
@h_tanzil