
Tiba-tiba saja majalah MATABACA ed Juni 2008 memasukkan namaku sebagai kolektor buku tua. Dalam salah satu artikelnya yang berjudul “Anak Muda Penggila Buku Tua”, disebutkan :
“Bandung memang terkenal dengan para penjual dan kolektor buku tua. Misalnya, Sudarsono Katam, Yohanes, H.Tanzil, M.Sasmita, dan Rahmat Taufik Hidayat. Ditambah keberadaan Iit Sukmiati, Arahman Ali, dan Gilar. Membuat Bandung lebih semarak sebagai surga buku tua. Rata-rata usia mereka di bawah 30 tahun. “(hal 12)
Wah, aku disejajarkan dengan Sudarsono Katam, Yohanes, M Sasmita, dll…wow!
Kalau dibanding dengan nama diatas aku mungkin hanya seujung kukunya saja karena aku sendiri merasa bukan seorang koletor buku tua, terlalu berlebihan sebutan itu bagiku.
Aku memang senang mengoleksi berbagai jenis buku, termasuk buku tua dan antik, untuk buku-buku tua ya tak terlalu serius dan sekonsisten para kolektor buku tua sesungguhnya. Aku tak punya waktu khusus untuk mencari buku-buku tua, hanya kalau kebetulan kalau lewat ke Palasari atau Dewi Sartika, atau Pasar Suci barulah aku mencari buku tua yang cocok dengan seleraku.
Hingga saat ini tak banyak buku tua/antik yang kukoleksi, mungkin hanya puluhan buku saja mulai dari buku sejarah, biografi, sastra, hingga bible tua. (Bandingkan dengan Sudarsono Katam atau Rahmat Taufik H yg koleksinya ribuan) Saat ini buku yang paling tua adalah sebuah Kitab Perjanjian baru mungil dalam bahasa latin yang terbit pada tahun 1875. Uniknya di dalam kitab tersebut ada beberapa daun-daun kering yang diselipkan di antara halaman-halamannya, mungkinkah daun-daun kering itu berasal juga dari abad
ke 19 ?
Kembali ke soal pencantuman namaku sebagai kolektor buku tua oleh Matabaca, entah apa dasar Matabaca untuk menyebutku sebagai seorang kolektor buku tua? Mungkin si kontributor Matabaca pernah mendengar atau secara tidak sengaja melihat sendiri kalau aku memang memiliki beberapa koleksi buku tua. Yang pasti aku tak pernah merasa diwawancarai oleh Matabaca soal buku tua. Kalaupun aku diwawancarai, aku akan menolak disebut sebagai kolektor buku tua karena sejujurnya aku tak terlalu serius dalam mengoleksi buku tua. Aku lebih senang disebut sebagai pecinta buku…itu saja.
@h_tanzil
Ket foto : Koleksi buku tuaku yg sedang dianging-angin