 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | CS Lewis |
Judul : Chronicles of Narnia : #4 Pangeran Caspian Penulis : C.S. Lewis Penerjemah : Donna Widjajanto Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, cet-I 2005 Tebal : 280 hal ; ilustrasi ; 18 cm ISBN : 979-22-1641-3
Peter, Susan, Edmund & Lucy baru saja menyelesaikan liburan sekolah mereka. Keempat anak itu sedang duduk di stasiun kereta api dengan koper-koper dan kotak mainan tertumpuk disekeliling mereka. Mereka hendak menuju kembali ke sekolah.
Tiba-tiba sesuatu yang tak nampak menarik keempat anak itu dengan kuat. Lalu koper-koper, bangku, peron, dan stasiun menghilang dan tiba-tiba keempat anak itu menemukan diri mereka berada di tengah hutan lebat. Mereka tersedot kedalam dunia Narnia!
Waktu Narnia dan dunia tidaklah sama, sejak kunjungan pertama mereka ke Narnia (The Lion, the Wtich, and the Wardrobe – Gramedia,2005), waktu di Inggris baru berlalu satu tahun, namun di Narnia waktu telah berlalu beberapa ratus tahun lamanya.
Kini Narnia diperintah oleh Raja Miraz yang kejam. Miraz menjadi raja setelah membunuh Raja Caspian IX, putranya Caspian X diasuh oleh Raja Miraz dan Ratu Prunaprisma yang saat itu belum memiliki anak. Dari inang pengasuhnya, Pangeran Caspian mendengar kisah-kisah Narnia kuno yang sebenarnya dilarang diceritakan oleh Miraz. Raja Miraz khawatir kisah masa lalu Narnia akan mengungkap kejayaan Narnia masa lampau yang diperintah oleh dinasti Caspian sehingga membangkitkan semangat pangeran Caspian untuk mengembalikan dinasti keluarganya sebagai raja Narnia
Walau inang pengasuh sudah dipecat oleh Raja Miraz, pangeran Caspian dapat tetap mendengar kisah-kisah kejayaan masa lampau Narnia dibawah dianasti Caspian melalui gurunya Dr. Cornelius.
Ratu Prunaprisma akhirnya melahirkan seorang anak. Kini Raja Miraz memiliki putera mahkota. Timbulah niat jahat Miraz untuk membunuh Pangeran Caspian. Mencium gelagat itu Dr. Cornelius membantu Pangeran Caspian untuk melarikan diri dengan membekalinya dengan sekantung emas dan sebuah terompet ajaib yang bisa digunakan jika Pangeran Caspian berada dalam bahaya besar.
Dalam pelariannya Pangeran Caspian bertemu dengan penghuni asli Narnia yang terdiri dari hewan yang bisa berbicara, faun, drawft, dan lain-lain. Beberapa mahluk mencurigainya namun sebagian besar mendukungnya dan mereka bersiap merebut kerajaan Narnia dari tahta Miraz yang lalim.
Untuk menangkap Pangeran Caspian, Raja Miraz mengerahkan pasukan untuk mengejarnya. Peperangan antar pasukan Miraz dan pendukung Pangeran Caspian tak terhindarkan. Tak cukup kuat menahan gempuran pasukan Miraz, dalam keadaan terdesak Pangeran Caspian segera meniup terompet ajaibnya. Oleh tiupan terompet itulah keempat anak Pevensie (Peter, Susan, Edmund, Lucy) yang pernah menjadi Raja Narnia dimasa lampau tersedot kembali ke Narnia.
Peter, dan ketiga saudaranya lambat laun mengerti mengapa mereka kembali ke Narnia. Bersama Aslan, sang singa agung, dan penduduk asli Narnia, keempat bersaudara ini membantu Pangeran Caspian bertempur melawan pasukan Raja Miraz dan mengembalikan kejayaan Narnia yang pernah diperintah oleh Dinasti Caspian.
Buku Pangeran Caspian merupakan buku keempat dari tujuh buku dalam seri The Chronicles of Narnia karya CS. Lewis, terbit pertama kali pada tahun 1951, tepat setahun setelah The Lion, the Witch, and The Wardrobe (1950) terbit. Jadi walau secara kronologis cerita buku ini merupakan buku keempat dari seri Narnia namun dilihat dari urutan terbitnya buku ini merupakan buku kedua dari seri Narnia yang ditulis CS. Lewis.
Sama seperti judul-judul lainnya dalam seri The Chronicles of Narnia , kisah Pangeran Caspian ini menyuguhkan peristiwa-peristiwa menakjubkan yang terjadi di negeri Narnia lengkap dengan hewan-hewan yang bisa berbicara, peristiwa-peristiwa ajaib dan kisah petualangan yang menggairahkan pembacanya.
Kepiawaian Lewis dalam menyuguhkan cerita yang mendidik namun menakjubkan inilah yang menyebabkan setiap judul dari seri The Chronicles of Narnia senantiasa menjadi kisah yang menyenangkan dibaca bagi para anak-anak remaja namun tetap memikat bagi pembaca di segala usia.
Menyusul suksesnya pembuatan film The Chronicles of Narnia : The Lion, the Witch, and The Wardrobe (2005), Walden Media telah membuat sekuel dari filmnya ini (The Chronicles of Narnia : Princes Caspian, 2007) dan kini sedang diputar di bioskop-bioskop dunia termasuk Indonesia. Sebelumnya, pada tahun 1989 BBC juga pernah membuat film Princes Caspian dalam bentuk mini seri.
@h_tanzil
  | wah makasih, Pak Tanzil, reviewnya refreshing. sudah kelamaan bacanya sampai aku lupa detailnya. Jadi bisa nonton filmnya tanpa harus baca lagi :) |
 | aku udah nonton filmnyaaaaaaaaa.... :D |
 | Gw juga udah nonton filmnya ..... :D |
 | iya nih....tadinya udah lupa ceritanya.. sepertinya lebih asik baca bukunya dulu baru nonton filmnya |
 | ow, apakah film nya keren seperti narnia pertama, mamah? |
 | tumben rahib baca fantasi xixixiixixixiixi |
 | rahib dapet buntelan buku-buku fantasi juga ya? huh! *iri* |
 | sebenernya bukan gak suka fantasi sih, cuman aku selektif milih bacaan fantasi. Seri Narnia ini aku punya lengkap-kap-kap... Dan bukan buntelan...... tapi belum juga dibaca sampai habis, baru sampe Kaspian...hehehe |
 | Hmm, apakah cerita fantasi naga tanpa gigi termasuk pilihan Rahib ? :D |
 | naga tanpa gigi? apaan tuh bal? |
 | eh ada yg bilang caspian itu mirip2 rahib loh |
 | semoga ibutio hari ini sudah siuman....:D |
| |